Posts

MAKSUD TUHAN DI BALIK PENDERITAAN

 *MAKSUD TUHAN DI BALIK PENDERITAAN* *_"Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung."_* 1 Petrus 2:19_ Ada penderitaan karena kesalahan atau dosa, ada penderitaan karena serangan Iblis, dan ada pula penderitaan yang dialami justru karena hidup dalam kebenaran. Alkitab menyatakan jika kita berbuat baik dan karena itu kita harus menderita, maka itu adalah kasih karunia (ayat nas), juga tertulis _"Karena untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya." (1 Petrus 2:21)._ Tidak selamanya kebenaran mendatangkan berkat. Terkadang kita sudah hidup dalam kebenaran, namun yang kita alami justru adalah tekanan dan penderitaan seperti yang dirasakan pemazmur: _"Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuhnya, tanda tak bersalah. Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan...

TEGAS PADA DIRI SENDIRI

 *TEGAS PADA DIRI SENDIRI* *_Yosua 23:6 “Kuatkanlah benar-benar hatimu dalam memelihara dan melakukan segala yang tertulis dalam kitab hukum Musa, supaya kamu jangan menyimpang ke kanan atau ke kiri.”_* Kadang kala, kita berbuat salah karena tidak tahu mana yang benar. Itu fakta. Tetapi, ada fakta lain. Kita mengerti mana yang harus dan apa yang jangan, kita tahu sikap mana yang benar dan tindakan mana yang salah, tetapi belum tentu kita memilih yang benar. Ternyata, pengenalan kita pada yang benar tidak memastikan bahwa kita melakukan yang benar. Apa masalahnya? Satu di antaranya: kita tidak tegas kepada diri sendiri, kita mudah membenarkan diri untuk menawar kebenaran sampai titik terendah, dan akhirnya berkompromi dengan hal-hal yang berseberangan dengan kebenaran. Itulah yang terjadi pada bangsa Israel. Mereka begitu mudah memilih jalan yang menyimpang, dan dengan enteng meninggalkan Tuhan. Bukan karena tak mengenal kehendak Tuhan, bukan karena tak mengerti mana yang benar, mel...

BERJALAN DALAM IMAN

 *BERJALAN DALAM IMAN* *_Filipi 4:13 ‘’Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia, yang memberi kekuatan kepadaku’’_* Setiap murid yang berjalan di dalam iman dengan keteguhan hati, kadar imannya akan diuji. Cepat atau lambat, seorang murid akan di bawa pada batas akhir kekuatannya. Ia akan diuji apakah ia benar-benar percaya kepada Tuhan, memandang Tuhan dan berjalan menurut kehendak-Nya. Sebab seorang murid yang beriman akan melangkah dalam ketaatan kepada firman Tuhan, tetap teguh di dalam segala keadaan dan percaya bahwa Tuhan akan mencukupi segala kebutuhannya. Karena itu seorang murid tidak boleh berjalan dengan berpatokan pada apa yang kelihatan melainkan dengan rasa percayanya kepada Tuhan.  Itulah sebabnya Paulus mengingatkan untuk berjalan dengan iman bukan dengan apa yang kelihatan, sebab apa yang kelihatan sering kali mengecewakan dan membuatnya berpaling dari Tuhan. Karena itu sebagai seorang murid hendaknya kita semakin dekat dengan Tuhan, sehingga pada saat A...

CARA TUHAN BEKERJA

 *CARA TUHAN BEKERJA* *Yesaya 55:8 "Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN."* Situasi dan kondisi sekitar kita seringkali membentuk sikap hati dan pikiran kita, bahkan turut menentukan besar kecilnya iman kita kepada Tuhan.   Mengapa? Karena dengan melihat, ukuran yang kita pakai adalah sudut pandang manusia, sehingga pancaindera kita yang berbicara: ia mengendalikan sukacita kita, mengendalikan ketenangan kita, mengendalikan damai sejahtera kita, mengendalikan semangat dan motivasi kita. Akhirnya banyak orang Kristen menjalani hidupnya dengan letih lesu, keluh-kesah, persungutan, muram dan penuh omelan. Selama fokus kita kepada apa yang terlihat oleh mata, maka kita akan menjalani hari-hari dengan penuh ketakutan, kekuatiran dan kecemasan.   Ayub berkata, *_"...yang kutakutkan, itulah yang menimpa aku, dan yang kucemaskan, itulah yang mendatangi aku. Aku tidak mendapat ketenangan dan ketenteraman; aku...

PERCAYAKAH BAHWA TUHAN DAPAT MELAKUKAN?

 _*PERCAYAKAH BAHWA TUHAN DAPAT MELAKUKAN?*_ _*"'Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?' Mereka menjawab: 'Ya Tuhan, kami percaya.'" Matius 9:28*_ Kisah tentang Tuhan Yesus menyembuhkan mata dua orang buta ini adalah kisah yang hanya ditulis di Injil Matius. Ketika bertemu dengan dua orang buta ada sebuah pertanyaan yang tak biasa Tuhan sampaikan. Tuhan Yesus terlebih dahulu bertanya kepada kedua orang buta itu, "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" (ayat nas). Dan kedua orang buta itu pun dengan penuh keyakinan menjawab, "Ya Tuhan, kami percaya." (ayat nas). Meskipun kedua orang itu tidak dapat melihat secara mata jasmaniah, tapi mata rohani mereka dapat melihat Tuhan dengan kebesaran kuasa-Nya, sehingga mereka percaya bahwa Dia pasti sanggup melakukan mujizat kesembuhan. Karena memiliki respons hati yang benar Tuhan Yesus pun bertindak untuk menjamah mereka, "Jadilah kepadamu menurut imanmu... Maka mele...

IBADAH YANG SEJATI

 *IBADAH YANG SEJATI* *_Roma 12:1 “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah; itu adalah ibadahmu yang sejati”_* Hidup bermakna adalah hidup yang digerakkan oleh kerinduan hati untuk mengenal tujuan Allah menciptakan kita dan menggenapkannya seumur hidup kita. Bila kita sudah mengalami kasih Bapa, hidup kita akan dipenuhi oleh sukacita yang disebabkan rasa syukur yang berlimpah; sebab kita telah menerima anugerah penebusan dosa yang menjadikan kita anak-anak Allah.  Sukacita dan kasih yang dicurahkan Allah dalam hati kita telah menggerakkan hati kita untuk menyerahkan hidup kepada Allah sebagai persembahan hidup yang kudus dan yang berkenan kepada Allah, dan rasul Paulus menjelaskan bahwa itu adalah ibadah yang sejati. Prinsip hidup bermakna pertama adalah menyerahkan seluruh hidup kepada Allah sebagai ibadah yang sejati. Jadi jika kita...

TIDAK PERNAH DITINGGALKAN

 *TIDAK PERNAH DITINGGALKAN* *Mazmur 37:25-26 - - Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.* Hidup benar dan kudus sesuai firman Tuhan adalah kunci untuk mengalami hidup yang diberkati. Orang yang hidup benar dan kudus di hadapan TUHAN pasti memiliki hubungan yang karib dengan TUHAN. Orang benar dan kudus adalah orang yang takut akan TUHAN. Itu diwujudkan melalui ketaatan melakukan firman Tuhan dan menjauhi segala bentuk kejahatan.  *Lukas 1:75 - - dalam kekudusan dan kebenaran di hadapan-Nya seumur hidup kita.* Orang benar dan kudus bukan hanya menerima dan mengalami kebaikan dan kemurahan TUHAN bagi dirinya sendiri, tapi rahmat TUHAN yang besar itu juga akan dialami oleh anak-cucunya. Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan hidup menurut ketetapan-ketetapan TUHA...