BERSERAH KUNCI SUKACITA
*BERSERAH KUNCI SUKACITA*
*_Filipi 4:8 “Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”_*
Banyak orang Kristen tak bisa lagi bersukacita, ketika sedang terhimpit beban atau masalah yang berat, mereka dikalahkan oleh keadaan atau situasi. Sebagai orang percaya seharusnya ini tak boleh terjadi.
Bahkan Mahatma Ghandi berkata tak ada yang menguras tubuh seperti kekuatiran, orang yang memiliki iman pada Tuhan harus malu untuk kuatir tentang apapun.
Seburuk apapun keadaan, asal kita memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan kita akan mampu tetap bersukacita karena ketika kita memiliki penyerahan diri penuh kepada Tuhan, kita berpotensi memperoleh kekuatan adikodrati sehingga dapat berkata seperti apa yang Paulus katakan.
*_“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)._*
Berserah kepada Tuhan bukan berarti bersikap pasif atau menjadi malas. Berserah berarti membawa segala pergumulan yang kita kuatirkan kepada Tuhan dengan penuh penyerahan dalam doa, permohonan, dan ucapan syukur.
Jika kita sudah menyerahkan segala pergumulan kepada Tuhan dalam doa kita pun harus meyakini bahwa Tuhan akan menjawab doa. Ada unsur iman yang bekerja, sebab iman yang tidak disertai dengan perbuatan pada hakekatnya adalah mati.
Permohonan memiliki arti memohon belas kasihan Tuhan yang biasanya disertai dengan sikap merendahkan diri, meratap, mengerang, serta berpuasa untuk menarik simpati Tuhan.
*BERSERAH KEPADA TUHAN BERARTI KITA MEMPERCAYAI DIA SEBAGAI PRIBADI YANG MAHA SANGGUP, YANG KUASA-NYA JAUH LEBIH BESAR DARIPADA MASALAH YANG KITA*"
*"Tuhan Yesus memberkati*"
Ev. KURniAWAN SE MBA PDFIC
Comments
Post a Comment