MELAYANI TUHAN: Harus rela berkorban
*MELAYANI TUHAN: Harus rela berkorban*
_*"Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran." 2 Timotius 4:2*_
Ciri utama pelayanan adalah siap untuk berkorban dalam segala hal. Biasanya kita hanya mau melayani saat keadaan sedang baik baik saja atau normal.Dikatakan dalam Roma 12:1 Tuhan mengatakan persembahkanlah tubuhmu sebagai persembahan yang hudup ,yang kudus,yang berkenang kepada Allah,itu adalah ibadahmu yang sejati. Sebenarnya pengorbananmu itulah yang sangat diperhitungkan oleh Tuhan. Jadi kita dapat dikatakan siap untuk melayani Tuhan jika kita mau berkorban bagi Tuhan, apa pun keadaannya (di segala situasi). Karena itu belajarlah setia melayani Tuhan, baik atau tidak baik keadaannya, krisis atau diberkati, suka atau duka.. Apa pun yang telah kita korbankan bagi Tuhan tidak pernah sia-sia, pasti diperhitungkan-Nya.
_Dalam melayani Tuhan jangan pernah memiliki ambisi ingin dihormati dan dihargai, namun kejarlah karakter seorang hamba yaitu rendah hati, tekun, setia dan taat. Pada saatnya, promosi dari Tuhan pasti akan datang dengan sendirinya, "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain." (Mazmur 75:7). Jangan sekali-kali kita mengharapkan upah manusia, tapi berharaplah hanya kepada Tuhan. "Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya." (Kolose 3:24). Manusia seringkali melihat hasil, tetapi Tuhan lebih menghargai suatu proses; manusia lebih memperhatikan penampilan jasmaniah, tetapi Tuhan melihat hati atau motivasi saat kita melakukan segala sesuatu._
_*Selagi ada waktu dan kesempatan layanilah Tuhan sepenuh hati dan berilah yang terbaik bagi Dia. Percayalah Ia tidak pernah kekurangan cara untuk memberkati orang-orang yang setia melayani-Nya. Setiap jerih lelah, pengorbanan dan harga yang telah kita bayar untuk melayani Tuhan tak satu pun yang terlewatkan dan tak dicatat oleh Tuhan. Pelayanan itu bukanlah beban, melainkan suatu kehormatan yang tak ternilai harganya.*_
*Kristus rela mengorbankan nyawa-Nya bagi kita, masakan kita tidak mau berkorban bagi Dia?*
*"Tuhan Yesus memberkati*"
Ev. KURniAWAN SE MBA PDFIC
Comments
Post a Comment