MEMBERI YANG BERKENAN DI HADAPAN TUHAN

 *MEMBERI YANG BERKENAN DI HADAPAN TUHAN*



*_“Sebagai persembahan dibawa mereka ke hadapan TUHAN: enam kereta beratap dengan dua belas ekor lembu; satu kereta untuk dua orang pemimpin dan satu ekor lembu untuk satu orang pemimpin, lalu mereka membawa semuanya itu ke depan Kemah Suci.”_*

Bilangan 7:3 


Dalam kehidupan modern, memberi sering kali diukur dari jumlah. Siapa yang memberi paling besar, dianggap paling berkurban. Namun Bilangan 7 justru menunjukkan perspektif yang berbeda. Pasal ini menceritakan para pemimpin Israel yang membawakan persembahan bagi Tuhan—bukan secara serentak, tetapi satu per satu, dengan isi yang tampaknya sama.


Menariknya, Tuhan mencatat setiap persembahan itu secara detail, bahkan terlihat seperti berulang. Secara manusia, mungkin terasa membosankan. Tetapi secara rohani, ini menunjukkan bahwa setiap pemberian memiliki nilai di mata Tuhan. Bukan karena jumlahnya berbeda, tetapi karena hati di baliknya. Secara teologis, ini menegaskan bahwa Tuhan melihat kesungguhan, bukan sekadar nominal. 

Setiap pemimpin memberi sesuai dengan bagiannya, dan Tuhan menghargai masing-masing tanpa membandingkan. Ini mengajarkan bahwa dalam Kerajaan Allah, kesetiaan lebih penting daripada kehebatan.

Sebuah studi tentang perilaku memberi menunjukkan bahwa orang yang memberi dengan kesadaran dan kegembiraan mengalami kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang memberi karena tekanan. Alkitab sudah lebih dahulu mengajarkan bahwa memberi adalah tindakan hati, bukan kewajiban kosong.


John Wesley pernah berkata, “Dapatkan semua yang Anda bisa, simpan semua yang Anda bisa, berikan semua yang Anda bisa.” Memberi adalah bagian dari kehidupan rohani yang sehat.

Hari ini kita diajak merenungkan: apakah kita memberi dengan hati yang tulus atau sekadar melakukan rutinitas? Apakah kita membandingkan diri kita dengan orang lain, atau setia dengan bagian kita?


Tuhan tidak mencari pemberian yang terbesar, tetapi hati yang benar. Karena di hadapan-Nya, setiap penampilan yang lahir dari kasih dan ketaatan selalu berkenan.

Mari belajar memberi dengan hati yang tulus—karena Tuhan melihat, menghargai, dan berkenan atas setiap persembahan yang datang dari hati yang mengasihi-Nya.




*Tuhan Yesus memberkati*"



Ev. KURniAWAN SE MBA PDFIC


Comments

Popular posts from this blog

Yuk gabung PD Lansia FUNtastic

Jadwal kegiatan rutin PDFIC

Kegiatan PDFIC