JANGANLAH MERASA DIRI BERHIKMAT
*"JANGANLAH MERASA DIRI BERHIKMAT".*
Bacaan (1 Kor 3: 18-20),
_*"Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka".*_
Apa yg diajarkan Alkitab dan apa yg ada dalam pandangan dunia ini memang jauh berbeda. Bahkan seringkali bertolak belakang. Apalagi kalau berbicara tentang hikmat. Jelas kontras sekali, antara hikmat yg diperoleh dari dunia ini dan hikmat yg dari TUHAN.
Karena hikmat yg datang dari TUHAN itu hanya bisa didapatkan dari sebuah kerendahan dan ketulusan hati. Serta takut akan TUHAN. Sementara TUHAN yg mencipta manusia, tentu saja IA tahu apa saja yg ada didalam diri manusia itu. Bahkan sampai kepada hal-hal yg kecil, yg tak terlihat sekalipun.
Oleh sebab itu dikatakan, kalau ada orang yg merasa dirinya berhikmat menurut ukuran dunia ini, itu sama dengan menipu dirinya sendiri. Biarlah ia menjadi orang yg bodoh dihadapan TUHAN. Supaya ia bisa mendapatkan hikmat yg daripada-Nya.
Sebab dalam pandangan TUHAN hikmat dunia itu adalah sebuah kesia-siaan. Karena hikmat yg sesungguhnya itu hanya ada didalam DIA.
Ingat, "Karena TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian" (Ams 2:6).
Maka dari itu, lebih baik kita hidup didalam kerendahan dan ketulusan hati. Serta tanpa TUHAN didalam hidup kita. Kita merasa tidak mampu, kita perlu DIA. Kita posisikan diri kita sebagaimana mestinya sebagai orang yg mengandalkan DIA dan yg percaya kepada-Nya. Selebihnya biarlah hikmat TUHAN yg akan memberikan pencerahan dan tuntunan bagi hidup kita.
Dengan demikian tidak akan ada hikmat dunia dan kesombongan yg akan timbul dari hati kita. Yang ada hanyalah penyerahan diri secara total kepada apa yg menjadi kehendak dan rencana-Nya. Dan apa saja yg kita lakukan, biarlah semuanya juga hanya untuk hormat dan kemuliaan bagi nama-Nya saja. Biarlah kita semakin kecil, tetapi melalui hidup kita biarlah IA yg semakin dibesarkan dan dimuliakan.
Bukankah itu luar biasa?
*"Tuhan Yesus memberkati*"
Ev.KURniAWAN
Comments
Post a Comment